Home » Uncategorized » Polisi Ungkap Dugaan Motif Penembakan Doni Pacek: Persaingan Dua Ormas, Delapan Warga Ikut Tertabrak

Polisi Ungkap Dugaan Motif Penembakan Doni Pacek: Persaingan Dua Ormas, Delapan Warga Ikut Tertabrak

Penulis Jurnalis 23 Okt 2026 15

MEDAN, Gempur24 – Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan motif di balik penembakan yang menewaskan Doni Irawan alias Doni Pacek, Wakil Komandan Komando Inti (Wadan Koti) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Deli Serdang. Polisi menduga, aksi pembunuhan berencana tersebut dilatarbelakangi persaingan antara dua kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Cornelis Mangarahon Simanjuntak, menyampaikan bahwa persaingan antarkelompok menjadi salah satu motif yang didalami penyidik dalam kasus penembakan yang terjadi pada Minggu (18/10/2026).

“Untuk motivasi dari peristiwa pembunuhan berencana ini adalah persaingan antardua kelompok ormas,” ujar Cornelis di Mapolda Sumut, Kamis (22/10/2026).

Kasus tersebut menjadi perhatian publik lantaran penembakan terhadap Doni tidak hanya merenggut nyawanya, tetapi juga memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah warga di jalan raya.

Ditembak Saat Berkendara, Mobil Tabrak Delapan Warga

Berdasarkan keterangan kepolisian, Doni saat itu mengendarai mobil Toyota Yaris putih bersama Indra Wijaya yang duduk di sampingnya. Ketika perjalanan berlangsung, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Dwika Anggara Cipta (DAC), dengan Afriandi Anas Limbong (AAL) sebagai penumpang, diduga mendekati dan memepet kendaraan korban.

Polisi menyebut, DAC sebelumnya telah menyampaikan kepada AAL bahwa senjata api yang dibawanya sudah dalam kondisi siap digunakan. DAC kemudian diduga meminta AAL melakukan penembakan.

AAL selanjutnya mengambil senjata api dari pinggang DAC dan menembak Doni hingga tewas. Akibat luka tembak di bagian leher, kondisi Doni dilaporkan mengalami kejang-kejang.

Situasi tersebut membuat Indra Wijaya mengambil alih kemudi. Namun, mobil Toyota Yaris itu terus melaju hingga menabrak sepeda motor yang dikendarai kedua terduga pelaku dan delapan warga lainnya. Kendaraan baru berhenti setelah menghantam tiang listrik.

“Mobil korban ini lengket pedal gasnya karena terinjak, sehingga menabrak kendaraan kedua pelaku dan delapan orang warga lainnya dan baru berhenti setelah menabrak tiang listrik,” kata Cornelis.

Peristiwa tersebut menambah panjang rangkaian kejadian tragis yang menyertai kasus penembakan Doni Pacek. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk penyebab pasti kecelakaan beruntun tersebut.

Berawal dari Penyerangan Rumah Rekan Korban

Polisi menjelaskan, rangkaian kejadian bermula pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, terjadi keributan antara kelompok Doni Kiboy yang diduga berasal dari FKPPI dan kelompok Doni Pacek dari Pemuda Pancasila.

Dalam peristiwa tersebut, rumah Ferry, yang disebut sebagai anggota Pemuda Pancasila sekaligus rekan Doni, diduga diserang sejumlah orang.

Setelah kejadian itu, Ferry menghubungi Doni untuk meminta bantuan. Doni kemudian mengumpulkan sejumlah rekannya dan berangkat menuju rumah Ferry menggunakan Toyota Yaris putih.

Namun, dalam perjalanan, mobil yang ditumpangi Doni diduga didekati dan dipepet sepeda motor yang dikendarai DAC bersama AAL. Peristiwa tersebut kemudian berujung pada penembakan yang menewaskan Doni.

Polisi juga mendalami dugaan keterkaitan DAC dan AAL dengan kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan rumah Ferry sebelum penembakan terjadi.

Asal-Usul Senjata Api Masih Didalami

Selain mengungkap dugaan motif, penyidik Polda Sumut masih menelusuri asal-usul senjata api yang digunakan dalam penembakan tersebut.

Cornelis mengatakan, pistol yang ditemukan di pinggir jalan memiliki nomor registrasi. Meski demikian, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan asal-usul dan status kepemilikan senjata tersebut.

“Untuk asal-usul senjata api yang digunakan, saat ini masih dalam pendalaman tim penyidik,” ujarnya.

Penyidik juga belum dapat meminta keterangan secara maksimal dari tersangka DAC karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian, termasuk peran masing-masing pihak dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

FKPPI Bantah Terlibat, Pengusutan Menyeluruh Dinantikan

Di tengah penyelidikan yang berlangsung, muncul bantahan dari pihak FKPPI terkait dugaan keterlibatan organisasi tersebut dalam penembakan Doni Pacek. Karena itu, dugaan motif persaingan antarkelompok perlu diuji melalui proses penyidikan dan pembuktian hukum, bukan dijadikan dasar untuk menyimpulkan kesalahan suatu organisasi secara keseluruhan.

Kasus ini juga memunculkan desakan agar kepolisian mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab, termasuk apabila ditemukan adanya pihak lain yang merencanakan atau memerintahkan aksi tersebut.

Publik kini menantikan penanganan perkara yang transparan dan menyeluruh, mulai dari penetapan peran masing-masing tersangka, penelusuran senjata api, hingga pengungkapan kemungkinan adanya aktor lain di balik peristiwa tersebut.

Polda Sumut diharapkan dapat menuntaskan penyidikan berdasarkan alat bukti dan fakta hukum agar keluarga korban memperoleh kejelasan, sementara pihak-pihak yang tidak terbukti terlibat tidak ikut dirugikan oleh tuduhan yang belum terverifikasi.

Hingga penyidikan dinyatakan tuntas dan perkara diputus pengadilan, seluruh pihak yang disebut dalam kasus ini tetap harus diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Diduga Tebus 5 Juta! Koko Warga Karya Damai Ditangkap Polsek Medan Barat Siang, Sore Sudah Bebas! Kanit Reskrim Bantah Amankan

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

MEDAN | Gempur24 – Fakta mencengangkan dan penuh kejanggalan terungkap di balik penangkapan Koko, warga Jalan Karya Damai, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat. Dalam pemberitaan akun Instagram resmi Polsek Medan Barat, Koko disebutkan diamankan pada 25-10-2026 dalam rilis resmi Polsek Medan Barat tentang berkumpulnya geng motor dan mengamankan gerombolan geng motor beserta barang bukti …

IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

Medan, Gempur24 – IRC dan Robi Barus SE MAP kembali melakukan kegiatan pemeriksaan mata gratis bagi warga yang ada di dapilnya. Kali ini kegiatan pemeriksaan mata gratis itu dilakukan di 3 Kelurahan yakni di Sei Putih Tengah, Sei Putih Timur 2 dan Sei Sikambing D pada Minggu (25/10/26). Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi yang …

Kembali Robi Barus Lakukan Kegiatan Wasbang, Warga Antusias Hadir

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

Medan, Gempur24 – Robi Barus SE MAP selaku anggota DPRD Kota Medan dan juga Ketua Fraksi PDIP melakukan Kegiatan Sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan kebangsaan pada tahun anggaran 2026 yang dilaksanakan di Jalan Laboratorium Kecamatan Medan Barat Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat agar lebih memahami tentang ideologi Pancasila …

BRI Cabang Balige MoU dengan Kejari Samosir, Pencegahan dan Permasalahan Hukum Teratasi

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

Toba, Gempur24 – Peningkatan kerjasama antar lembaga ataupun instansi sangatlah diperlukan. Kali ini Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Balige dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Samosir melakukan penandatangan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) di Aula Kantor Kejaksaan di Samosir, Senin (26/10/2026). Saat dikonfirmasi rekan-rekan media melalui Humas BRI Cabang Balige, Surya. M (27/10) mengatakan, …

Imigrasi Belawan Hadiri Joint Operation Pengungkapan Seberat 1,16 Ton Ketamine, Deklarasi Bersama Tolak Narkoba

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

Belawan, Gempur24 – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan menghadiri kegiatan Joint Operation pengungkapan narkoba jenis ketamine seberat 1,16 ton sekaligus Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat, 23 Oktober 2026. Bertempat di Pelabuhan Bandar Deli, Belawan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara aparat penegak …

Pemberhentian Firdaus dari PWI Tuai Polemik, Dinilai Ancaman pada HAM dan Demokrasi

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

JAKARTA – Gempur24 – Polemik pemberhentian penuh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, dari keanggotaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memunculkan kritik terhadap kepemimpinan PWI Pusat periode 2025–2030. Sekretaris Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan, Jon Heri menyatakan kekecewaan atas keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat tersebut. Jon menilai pemberhentian Firdaus …

x
x