Home » BERITA » Ujian Harga Diri Polda Sumut: Mampukah Menangkap Martin dan Ai, Tangan Kanan Bos Besar Aseng Kayu?

Ujian Harga Diri Polda Sumut: Mampukah Menangkap Martin dan Ai, Tangan Kanan Bos Besar Aseng Kayu?

Nuel 05 Mei 2026 87

Lubuk Pakam,GEMPUR24.com – Kebisuan Polresta Deli Serdang dalam menangani skandal mega-perjudian di Jalan Sudarsono, Desa Pagar Jati, kini menguak sebuah realitas yang mencengangkan: aparat penegak hukum diduga kuat telah bertekuk lutut di bawah bayang-bayang kekuasaan kartel judi. Publik kini melihat dengan mata telanjang betapa superiornya sindikat yang digawangi oleh Martin dan Ai, yang tak lain adalah perpanjangan tangan langsung dari bos besar mafia judi, Aseng Kayu (AK).

Ketiadaan tindakan kepolisian hingga detik ini bukan sekadar masalah administrasi atau lambannya birokrasi, melainkan cerminan supremasi sindikat Aseng Kayu di wilayah Deli Serdang. Mesin-mesin uang haram di “Las Vegas” Pagar Jati terus berputar tanpa ada satu pun aparat berseragam yang berani menginjakkan kaki ke lokasi.

Di balik kokohnya benteng perjudian Pagar Jati, nama Aseng Kayu disebut-sebut sebagai godfather atau pemodal utama yang mengendalikan aliran dana dan jaringan perlindungan tingkat tinggi. Kekuatan ini dieksekusi secara rapi di lapangan oleh dua tangan kanannya: Martin dan Ai.

Aseng Kayu (AK): Diduga kuat bertindak sebagai pemegang kendali utama yang mampu “mengunci” nyali aparat penegak hukum setempat, memberikan hak imunitas tak tertulis bagi lokasi haram tersebut.

Martin & Ai: Keduanya adalah operator inti di lapangan. Ai diduga berfokus pada jalannya roda perjudian sehari-hari di dalam lokasi, sementara Martin bertindak sebagai ujung tombak yang menangani urusan luar, termasuk mengoordinasikan “tim pengamanan” dan melakukan unjuk kekuatan (show of force) jika ada pihak yang berani mengusik.

Arogansi sindikat ini terekam jelas saat Martin secara sepihak melayangkan pesan-pesan intervensi kepada redaksi media ini. Keberanian Martin untuk mencoba menekan kerja-kerja jurnalistik membuktikan satu hal: sindikat ini merasa lebih besar dan memiliki kedudukan yang tidak bisa disentuh oleh institusi kepolisian di Deli Serdang.

Sikap Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si., yang memilih “puasa bicara” dan mengabaikan konfirmasi jurnalistik menjadi cerminan nyata redupnya wibawa hukum. Ketika bandar sekelas Martin dan Ai bisa beroperasi secara terbuka, kelumpuhan Polresta Deli Serdang ini memicu spekulasi gelap di tengah masyarakat.

Tontonan pembiaran ini melahirkan krisis ketidakpercayaan publik. Jika polisi di tingkat resor tidak sanggup menyentuh sehelai rambut pun dari tangan kanan Aseng Kayu, kepada siapa lagi masyarakat Deli Serdang harus berharap keadilan ditegakkan?

“Sindikat Aseng Kayu melalui Martin dan Ai sedang mempertontonkan kepada publik bahwa penegakan hukum di Deli Serdang bisa diintervensi atau ditekan. Mereka bukan hanya menjalankan bisnis ilegal, tapi sedang menantang integritas seragam cokelat secara terang-terangan,” tegas salah satu pengamat hukum lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sikap apatis rupanya tidak hanya ditunjukkan di tingkat resor. Upaya Redaksi untuk mengedepankan asas keberimbangan berita (cover both sides) secara profesional nyatanya hanya bertepuk sebelah tangan. Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi resmi yang dilayangkan melalui pesan WhatsApp kepada Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si., Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol. Ricko Taruna Mauruh, S.E., M.M., hingga Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba, dibiarkan menggantung tanpa balasan.

Kebungkaman kolektif dari para petinggi kepolisian ini semakin mempertebal tanda tanya di tengah publik: Ada apa di balik diamnya aparat penegak hukum di Sumatera Utara saat dihadapkan dengan hegemoni Aseng Kayu cs?

Melihat aparat yang terkesan tak berdaya dan kehilangan ketegasannya dalam menghadapi hegemoni Aseng Kayu cs, penyelesaian kasus ini kini menjadi ujian harga diri bagi institusi Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut). Pembiaran yang berlarut-larut perlahan mulai mempertaruhkan kredibilitas kepolisian di mata masyarakat luas.

Publik secara tegas mendesak Kapolda Sumut, Irjen Pol. Whisnu Hermawan F, untuk berhenti mengandalkan aparat kewilayahan yang sudah pasif. Intervensi langsung dari aparat di tingkat daerah adalah langkah yang sangat dinantikan.

Tuntutan publik sangat jelas:

Tangkap Aktor Utama: Jangan hanya menindak pemain kecil atau penjaga pintu. Kapolda Sumut harus menginstruksikan penangkapan langsung terhadap Martin, Ai, dan menyeret Aseng Kayu dari balik layar.

Bongkar Jaringan Perlindungan (Beking): Usut tuntas siapa oknum penegak hukum yang selama ini menjadi tameng bagi sindikat Aseng Kayu sehingga kepolisian terkesan tidak berani bertindak.

Selama “Las Vegas” Pagar Jati masih beroperasi dan genggaman kekuasaan Aseng Kayu bersama Martin dan Ai tidak dipotong, maka hukum di Deli Serdang secara de facto seakan telah digadaikan kepada mafia judi. Publik menanti gebrakan Kapolda Sumut untuk meruntuhkan kesombongan sindikat ini hingga ke akar-akarnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
“Kapolresta Deli Serdang terus pantau situasi Bandara Kualanamu Pasca Pembatalan Penerbangan, Situasi Tetap Aman Dan Kondusi

Nuel

09 Sep 2026

Deliserdang,Gempur24.com || Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., rutin melakukan pemantauan langsung situasi di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, pasca pembatalan sejumlah penerbangan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu (09/09/2026). Meskipun saat ini situasi Penerbangan sudah normal, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di kawasan Bandara Internasional …

Parkir Sembarangan di Jalan Sei Batang Hari Picu Kemacetan, Kasatlantas Polrestabes Medan Janji Tindak Lanjuti

Nuel

06 Sep 2026

MEDAN || Gempur24.com – Parkir sembarangan yang diduga menggunakan badan jalan di Jalan Sei Batang Hari, Kota Medan, kembali menjadi sorotan. Aktivitas kendaraan yang parkir di badan jalan, terutama di sekitar kawasan rumah sakit, dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan menjadi salah satu pemicu kemacetan. Menanggapi persoalan tersebut, Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP SL Widodo …

El Barino Shah Sosialisasikan Perda Persampahan, Ajak Warga Peduli Kebersihan Kota Medan

Nuel

05 Sep 2026

MEDAN,GEMPUR24.com || Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan, El Barino Shah, SH, MH, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, di Jalan Seksama Gang Iklas, Sabtu 5/9/2026 Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi legislator Partai Golkar …

Polres Sergai Tangkap Dua Pencuri Meteran Air, Dua Orang Masih Diburu

Nuel

04 Sep 2026

SERDANG BEDAGAI — Polres Serdang Bedagai melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal berhasil mengungkap kasus pencurian puluhan unit meteran air milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Dua pelaku langsung diamankan, sementara dua rekan lainnya masih dalam pengejaran. Berdasarkan keterangan yang diterima, peristiwa pencurian terjadi di dua …

Kepala SMP PGRI 4 Medan Riang Sihite sambutan Dalam acara wisuda program S1 Institut Teknologi Bandung

Nuel

01 Sep 2026

Genpur 24.com | MEDAN – Kepala Sekolah SMP PGRI 4 Medan, Riang Sihite, mendapat kesempatan istimewa untuk memberikan sambutan dalam acara wisuda program S1 Institut Teknologi Bandung atau ITB.Langganan Berita Digital Riang Sihite hadir sebagai perwakilan orang tua mahasiswa dari jurusan Pertambangan dan Kelautan. Di hadapan para wisudawan, keluarga, pimpinan kampus dan sivitas akademika, ia …

Seorang Pria Diamankan Saat GSN di Gang Jati, Mengaku Dibayar Rp20 Ribu per Hari

Nuel

28 Agu 2026

MEDAN AREA || Terungkap, pria yang diamankan Polsek Medan Area saat GSN di Gang Jati, Jalan Denai, bernama Amri. Ia mengaku ditugaskan seseorang di lokasi tersebut untuk menerima uang dari para pengguna narkoba. Mirisnya, setiap hari ia diberi upah Rp20 ribu. Kepada Wartawan,Amri mengatakan bahwa ia baru saja melangsungkan pernikahan. Namun, apes, ia ditangkap petugas …

x
x