Home » Uncategorized » Pemprov Sumut Rancang Ekosistem Baru di Pancurbatu, Taman Kehati Ditargetkan Diluncurkan 2027

Pemprov Sumut Rancang Ekosistem Baru di Pancurbatu, Taman Kehati Ditargetkan Diluncurkan 2027

Penulis Jurnalis 16 Okt 2026 24

Gempur24, MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) seluas 14 hektare di Kwala Bekala, Desa Durin Tunggal, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang. Kawasan ini dirancang menjadi pusat konservasi tumbuhan endemik Sumatera Utara sekaligus ruang edukasi dan penelitian lingkungan.

Program strategis daerah tersebut memanfaatkan aset milik Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU). Pemanfaatan lahan milik perguruan tinggi itu membuat proyek ini tidak memerlukan biaya pembebasan lahan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Sumut, Ari Harahap, mengatakan pembangunan Taman Kehati merupakan langkah untuk memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Sumatera Utara.

“Ini merupakan program strategis daerah yang nantinya taman ini dibangun di lahan 14 hektare,” ujar Ari dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (16/10/2026).

Menurut Ari, Taman Kehati akan menjadi kawasan konservasi di luar kawasan hutan yang dikembangkan untuk menciptakan ekosistem baru. Fokus utamanya adalah pelestarian berbagai jenis tumbuhan endemik khas Sumatera Utara.

Kawasan tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat pelestarian flora lokal, tetapi juga dirancang menjadi sarana edukasi, penelitian, dan laboratorium alam bagi akademisi maupun peneliti.

“Pembangunan Taman Kehati ini dirancang sebagai pusat konservasi flora lokal, tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan laboratorium alam bagi peneliti,” tuturnya.

Manfaatkan Aset USU, Tak Perlu Pembebasan Lahan

Ari menjelaskan, Pemprov Sumut telah menjalin kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) beberapa bulan lalu.

Lahan yang akan digunakan merupakan aset milik USU dengan skema pemanfaatan yang disebut berupa pinjam pakai atau hibah kepada Pemprov Sumut. Saat ini, penetapan lokasi telah selesai, sedangkan proses permohonan pengalihan aset masih berjalan.

“Untuk program ini kita sudah bekerja sama dan telah menandatangani PKS dengan USU beberapa bulan yang lalu,” ungkap Ari.

Pemanfaatan aset yang telah tersedia dinilai menjadi salah satu faktor pendukung pelaksanaan program. Dengan demikian, anggaran pembangunan dapat diarahkan pada tahapan persiapan, pengembangan kawasan, penanaman vegetasi, serta pembangunan fasilitas pendukung.

Meski demikian, sejumlah tahapan administratif dan teknis masih harus dituntaskan sebelum pembangunan fisik dilaksanakan.

Peluncuran Ditargetkan 2027, Pembangunan Infrastruktur pada 2029

Pemprov Sumut menargetkan Taman Kehati dapat diluncurkan pada 2027 apabila rencana aksi yang sedang disusun dapat diselesaikan sesuai target tahun ini.

Sebelum memasuki tahap pembangunan, pemerintah daerah akan melanjutkan sejumlah persiapan, antara lain penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), penetapan spesies tumbuhan yang akan ditanam, penyusunan Detail Engineering Design (DED), serta pengajuan perizinan kepada Kementerian Lingkungan Hidup.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur dan pengembangan vegetasi kawasan ditargetkan berlangsung hingga 2029.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kawasan konservasi dapat dikembangkan secara terencana, mulai dari penentuan jenis tumbuhan hingga penataan lingkungan yang mendukung keberlangsungan ekosistem.

Bukan Sekadar Taman, tetapi Ekosistem Baru

Berbeda dengan kawasan konservasi konvensional yang telah terbentuk secara alami, seperti taman hutan raya, Taman Kehati dirancang sebagai ekosistem baru yang dibangun di luar kawasan hutan, antara lain pada lahan yang kurang produktif atau dikembangkan dalam bentuk arboretum.

Menurut Ari, konsep tersebut memungkinkan pengembangan kawasan pelestarian tumbuhan dengan perencanaan jenis vegetasi dan penataan lingkungan yang sesuai dengan tujuan konservasi.

Fokus penanaman diarahkan pada berbagai jenis tumbuhan endemik Sumatera Utara. Keberadaan vegetasi tersebut diharapkan turut mendukung habitat satwa sehingga tercipta ekosistem yang lebih seimbang.

“Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat pelestarian tumbuhan, tetapi sekaligus mendukung keberadaan satwa untuk menciptakan ekosistem baru yang seimbang,” jelasnya.

Kehadiran Taman Kehati di Kwala Bekala diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Sumatera Utara. Selain menjadi ruang konservasi, kawasan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai sarana pembelajaran lingkungan bagi masyarakat, mahasiswa, dan peneliti.

Dengan target peluncuran pada 2027 dan pembangunan infrastruktur serta vegetasi hingga 2029, realisasi program ini akan bergantung pada penyelesaian tahapan administrasi, perizinan, perencanaan teknis, dan pelaksanaan pembangunan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

(Redaksi)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Diduga Tebus 5 Juta! Koko Warga Karya Damai Ditangkap Polsek Medan Barat Siang, Sore Sudah Bebas! Kanit Reskrim Bantah Amankan

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

MEDAN | Gempur24 – Fakta mencengangkan dan penuh kejanggalan terungkap di balik penangkapan Koko, warga Jalan Karya Damai, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat. Dalam pemberitaan akun Instagram resmi Polsek Medan Barat, Koko disebutkan diamankan pada 25-10-2026 dalam rilis resmi Polsek Medan Barat tentang berkumpulnya geng motor dan mengamankan gerombolan geng motor beserta barang bukti …

IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

Medan, Gempur24 – IRC dan Robi Barus SE MAP kembali melakukan kegiatan pemeriksaan mata gratis bagi warga yang ada di dapilnya. Kali ini kegiatan pemeriksaan mata gratis itu dilakukan di 3 Kelurahan yakni di Sei Putih Tengah, Sei Putih Timur 2 dan Sei Sikambing D pada Minggu (25/10/26). Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi yang …

Kembali Robi Barus Lakukan Kegiatan Wasbang, Warga Antusias Hadir

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

Medan, Gempur24 – Robi Barus SE MAP selaku anggota DPRD Kota Medan dan juga Ketua Fraksi PDIP melakukan Kegiatan Sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan kebangsaan pada tahun anggaran 2026 yang dilaksanakan di Jalan Laboratorium Kecamatan Medan Barat Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat agar lebih memahami tentang ideologi Pancasila …

BRI Cabang Balige MoU dengan Kejari Samosir, Pencegahan dan Permasalahan Hukum Teratasi

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

Toba, Gempur24 – Peningkatan kerjasama antar lembaga ataupun instansi sangatlah diperlukan. Kali ini Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Balige dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Samosir melakukan penandatangan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) di Aula Kantor Kejaksaan di Samosir, Senin (26/10/2026). Saat dikonfirmasi rekan-rekan media melalui Humas BRI Cabang Balige, Surya. M (27/10) mengatakan, …

Imigrasi Belawan Hadiri Joint Operation Pengungkapan Seberat 1,16 Ton Ketamine, Deklarasi Bersama Tolak Narkoba

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

Belawan, Gempur24 – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan menghadiri kegiatan Joint Operation pengungkapan narkoba jenis ketamine seberat 1,16 ton sekaligus Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat, 23 Oktober 2026. Bertempat di Pelabuhan Bandar Deli, Belawan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara aparat penegak …

Pemberhentian Firdaus dari PWI Tuai Polemik, Dinilai Ancaman pada HAM dan Demokrasi

Penulis Jurnalis

27 Okt 2026

JAKARTA – Gempur24 – Polemik pemberhentian penuh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, dari keanggotaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memunculkan kritik terhadap kepemimpinan PWI Pusat periode 2025–2030. Sekretaris Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan, Jon Heri menyatakan kekecewaan atas keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat tersebut. Jon menilai pemberhentian Firdaus …

x
x